Skip to main content

Telling about my photostory


Hello.. let’me introduce my self. My name is Silki Anisa Hidayat, a student from IPB University in Bogor. I’d love to shot a moment and make it as photograph. Now, I’m gonna show you my project, a photostory. It’s a pleasure I can make this photostory and guided by Mr. Ramadian bachtiar as my mentor for this project. I’m telling story about situation since corona disease comes to Indonesia and we have to stay at home for social distancing. I mean, it was a hard time for us especially some people lost their job. If I think about it, so many people get in trouble especially in their economy life, how about corona disease affect to people who has lower economic and live in the red zone?

3 month after we do social distancing, we continue life as new normal. I was in Bogor to hunting my photos, and I met Mr. Idrus. He is the last barber in the sidewalk of Kebun Raya Bogor. He begin his bussiness since 2002. Yeah, 18 years he still survive until now. Joy and sorrow he had gone through since he start his bussiness. But, unfortunetely he have to get through big problem, the corona disease. He get his income from people who walked in the sidewalk of Kebun Raya Bogor. And now, he can’t get income from his bussiness because less people go outside.

If you wanna see more my story, you can check it out the link in my description. I hope with this story that i write it, I can help Mr. Idrus by increase his customer. We should care to people around us. Mr. Idrus is just one of those people who need our attention. There is so many people out there like Mr. Indrus.  We need to move together, because we are strong, we are young and we can through this problem together.

thankyou


------------------------------------------------------

Check it out my videos on youtube


Comments

Popular posts from this blog

Sharing session with my mentor, Yoppy Pieter #8

 Helloww.. welcome to my blog.... Jadi, sekarang saya memasuki sharing session terakhir dengan mentor saya, Yoppy Pieter. Jadi pada tanggal 1 Mei 2021 saya melakukan meet bareng mas Yoppy. Di meet itu, mas Yoppy menunjukkan foto-foto yang sudah diseleksi lagi. Totalnya ada 14 foto yang sudah diseleksi oleh mas Yoppy. Dari situ mas Yoppy bertanya apakah ada foto lain lagi yang ingin saya tambahkan? lalu saya menunjukkan 2 file foto yang menurut saya perlu untuk dimasukkan demi melengkapi photostory saya. Jadi, total keseluruhan foto yang digunakan adalah 16 foto. Selanjutnya, foto-foto itu diurutkan berdasarkan kerangka cerita. Untuk urutan kerangka ceritanya adalah sebagai berikut : 1. Pembuka (Kehidupan di laut) 2. Industri kerang (mempertegas kalau mereka nelayan kerang hijau, traksaksi, pembersih) 3. Penangkapan dan isu (Cara menangkap) 4. Kehidupan pesisir Foto-foto tersebut kemudian di edit di Adobe Lightroom agar "mood" dari gambar itu terlihat sesuai dengan photostory ...

Sharing session with my mentor, Yoppy Pieter #6

 Hallooo guysss.. welcome to my blog again :)) Wah sudah masuk sharing session ke 6 ya gak kerasa :')... Jadi setelah ngeupload foto-foto hasil hunting kemarin,, selanjutnya dari mas Yoppy menyeleksi foto-foto yang saya dapatkan sesuai dengan project yang sudah ditentukan. Dari total keseluruhan ada 275 foto yang saya ambil, namun hanya 24 foto yang dipilih mas Yoppy.. Lalu, mas Yoppy menyampaikan bahwa ada beberapa foto lagi yang harus saya ambil diantaranya sebagai berikut : 1. Kehidupan nelayan sehari-hari 2. Cara nelayan ini bersosialisasi 3. Kehidupan nelayan dirumahnya 4. Nelayan ketika sedang makan 5. Nelayan ketika sedang tidur 6. Nelayan ketika bangun tidur 7. Kondisi sungai yang mengalirkan polusi 8. Aktivitas pengupasan kerang Menurut mas yoppy, foto-foto saya masih banyak yang terlalu candid. Foto tersebut masih menunjukkan kalau saya masih menjaga jarak dengan subyek yang saya incar. Ia berpesan kalau saya harus menjadi bagian dari mereka. Saya tidak boleh memandang pr...

Cerita Kehidupan Nelayan di Cilincing

Ini merupakan kisah kehidupan nelayan kerang hijau di pesisir DKI Jakarta, tepatnya di Cilincing, Jakarta Utara. Untuk mengakses wilayah ini, terutama untuk saya yang berasal dari Bogor, bisa menggunakan KRL dari Stasiun Bogor menuju Stasiun Jakarta Kota. Selanjutnya, menggunakan KRL lagi dari Stasiun Jakarta Kota menuju Stasiun Tanjung Priuk. Ketika keluar stasiun, sudah mulai ada terlihat suasana-suasana pelabuhan yang dilewati oleh kendaraan-kendaraan berat, dengan jalan raya yang cukup besar dan aroma asin dari laut jakarta. Dari situ, dapat menggunakan ojek online untuk menuju Cilincing, kira-kira 20 menit dari Stasiun Tanjung Priuk. Selama perjalanan, kalian akan melewati fly over, dari jalanan yang besar hingga ke suatu gang dengan jalan yang kecil dan kita hanya bisa mengaksesnya dengan jalan kaki. Yap, selamat datang di Cilincing. Plang didepan gang sudah dapat diihat tulisannya “Kampung Kerang Hijau”. Disitu saya bertemu dengan bang Ilyas yang akan menemani saya untuk melih...